Laman

Kamis, 19 Februari 2015

Filsafat Politik Sosialisme dan Marxisme di Kuba


MAKALAH FILSAFAT POLITIK
FILSAFAT POLITIK SOSIALISME DAN
MARXISME DI KUBA

Disusun Untuk Tugas UAS
Semester Ganjil Tahun 2014/2015



Oleh:

·        Muhammad Abdul Jabar                                                  35.2014.5.1.0795

Dosen Pengampu:

Syaharuddin Idris, S.IP., M.A.




FAKULTAS HUMANIORA
PROGAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL
UNIVERSITAS DARUSSALAM
2014
 _________________________________________
________________________________________

BAB I
PENDAHULUAN
            Setiap negara di belahan muka bumi menerapkan sisitem politik yang berbeda-beda, setiap sistem politik itu kembali pada dasar atau filsafatnya. Setiap negara memiliki filsafatnya sendiri, yang mana filsafat itu menunjukkan pandangan atau ideologi bangsanya. Tapi hanya dua filsafat yang mayoritas digunakan oleh negara-negara di muka bumi ini yaitu, filsafat liberalis dan filsafat sosialis atau yang terkenal dengan filsafat marxisme.
            Filsafat marxisme muncul setelah keluarnya filsafat liberalisme. Filsafat marxisme dimaksudkan untuk menentang filsafat liberalisme karena kegagalannya dalam mensejahterkan semua golongan masyarakat. Filsafat marxisme dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Filsafat marxisme ini sendir merupakan dasar dari teori komunisme modern.
            Filsafat sosialis ini sendiri banyak digunakan oleh negara pecahan Uni-Soviet dan Republik Rakyat Cina, namun ada beberapa negara di benua amerika yang mulai menerapkan sistem filsafat sosialis tersebut diantaranya adalah Argentina, Brazil, Venezuela, Kuba, dan lain-lain. Diantara negara-negara itu, kuba adalah negara yang pertama kali menerapkan sistem filsafat sosialis di benua Amerika. Keberhasilan Kuba dalam menerapkan sistem filsafat sosialis menyebabkan banyak negara di benua amerika yang mengubah filsafat negaranya menjadi sosialis. Keberhasilan Kuba dalam menerapkan sistem filsafat sosialis di negaranya merupakan sebuah pembahasan yang penting untuk dikaji dalam dunia pendidikan.
            Kuba sendiri adalah negara kecil berbentuk kepulauan yang terletak di benua Amerika tepatnya di Karibia utara, pada pertemuan Laut Karibia, Teluk Meksiko, dan Samudera Atlantik. Ibukota negara ini adalah Havana yang sekaligus menjadi kota terbesar di negara ini. Kuba sendiri merupakan negara kepulauan terinadah dibanding negara lain di kawasan Karibia. Pulau Kuba sendiri memiliki luas 1110.860 kmyang menjadikan pulau Kuba menjdi pulau terbesar ke-17 di dunia.         



BAB II
PEMBAHASAN
            Negara Kuba memiliki sejarah yang panjang sebelum keberhasilannya menerapkan filsafat sosialis di negaranya. Semenjak kemerdekaannya dari penjajah (Spanyol) pada tahun 1898, Kuba dipimpin oleh sejumlah presiden yang korup. Pada tahun 1933 sekelompok perwira militer, termasuk sersan tentara Fulgencio Batista y Zaldivar menggulingkan presiden sebelumnya setelah tidak mendapatkan legitimasi kekuasaan dari rakyat melalui jalan yang sah. Setelah melakukan kudeta batista menjadi presiden kuba dari tahun 1934-1959.
            Karena pemerintahan Batista yang diktator dan sewenang-wenang dan ikut campurnya Amrika Serikat dengan sistem kapitalisnya, muncullah gerakan revolusi pada tanggal 26 juli 1953 yang dipimpin oleh seorang pengacara yang bernama Fidel Alejandro castro Ruz dengan membawa sistem sosialis. Namun revolusi pertama ini berhasil digagalkan dan Fidel Castro divonis penjara 15 tahun. Namun setelah pemilihan umum 1955, Fidel Castro dibebaskan beserta beberapa tahanan politik lainnya. Pada bulan desember 1956, Fidel Castro melancarkan serangannya yang kedua, namun serangan ini kembali dapat dipatahkan. Untungnya Castro bersaudara dapat melarikan diri dan menyiapkan serangan berikutnya. Pada tahun 1958 Fidel Castro berhasil melakukan revolusi dan menduduki kursi kepemimpinan dengan bantuan rakyat yang dikenal dengan movimiento 26 de Julio atau Gerakan 26 Juli.    
            Dengan berhasilnya revolusi yang dilakukan oleh Fidel Castro terhadap kepemimpinan Batista maka berubahlah filsafat negara Kuba dari liberalis dengan campur tangan Amerika menjadi sosialis tanpa campur tangan Amerika. Fidel Castro menerapkan sistem sosialisme seperti sosialisme Prancis paruh abaf ke-19, tapi setelah itu Castroisme mengidentifikasikan sistemnya dengan Marxisme-Leninisme walaupun sejak awal sisitemnya memiliki beberapa keterkaitan dengan beberapa ide-ide Marx. Marxisme Castro juga menolak beberapa prinsip dan praktek resmi Marxisme-Leninisme seperti terang-terangan terhadap dogmatisme, birokrasi, dan sektarianisme. Di satu sisi, Castroisme adalah "bid'ah" Marxis-Leninis yang meninggikan etos revolusi gerilya atas politik partai. Pada saat yang sama Castroisme bertujuan untuk menerapkan Marxisme murni dengan kondisi Kuba. Dengan kata lain Castroisme berupaya untuk mewujudkan sintesis dari ide-ide Marxis dan ide-ide BolĂ­var.
            Fidel Castro menerapkan sistem filsafat sosialis karena ketidak puasannya terhadap sistem filsafat liberalis yang hanya memberikan kesejahteraan kepada kaum burjois tanpa memikirkan kaum bawah. Menurut Fidel Castro filsafat liberalis tidak memiliki keadilan di segala bidang mulai dari politik, ekonomi, maupun sosial. Menurut Fidel Castro dengan diterapkannya sistem politik sosialis maka kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh kelas masyarakat bukan hanya dari kelas atas.
            Kuba menerapkan kebijakan politik satu partai, yang mana pemerintahan dikendalikan oleh satu pihak yaitu partai komunis Kuba. Partai komunis ini memiliki 25 anggota yang dipilih oleh ketua. Kuba juga menciptakan sebuah lembaga untuk menarik partisipasi warga dalam pemerintahan lokal yaitu “kekuasaan lokal”. Lembaga ini tidak dipegang sepenuhnya oleh partai komunis, jasi calon yang diusulkan oleh partai bisa saja kalah oleh calon yang diajukan tiap-tiap daerah Kuba.
            Perubahan politik di Kuba memberikan dampak yang positif  dan negatif terhadap masyarakat. Setelah berubahnya sistem politik di Kuba, masyarakat mendapatkan kesejahteraan secara menyeluruh karena dipegangnya badan usaha oleh negara. Kuba menerapkan kebijakan pendidikan dan kesehatan secara Cuma-Cuma. Tidak mengherankan jika Kuba merupakan negara dengan pendidikan terbaik di Amerika Latin. Namun demikian perekonomian di Kuba sangatlah memprihatinkan, adanya embargo oleh amerika dan sekutunya menyebabkan perekonomian di Kuba jatuh. Tapi Kuba tetap mempertahankan negaranya dengan penghasilan gulanya, produksi gula Kuba merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
            Eksistensi Kuba di Amerika Latin memberi pengertian bahwasannya pengaruh sosialis di negara tersebut masih mampu membawa negaranya ke dalam sistem perpolitikan internasional. Negara Kuba mematuhi prinsip-prinsip sosialis dalam mengorganisir sebagian besar yang dikendalikan negara ekonomi yang direncanakan. Sebagian besar alat-alat produksi yang dimiliki dan dijalankan oleh pemerintah dan sebagian besar angkatan kerja yang digunakan oleh negara. Sejak tahun 1970 strategi sosialis Kuba telah berubah, dimana hal ini diimplememtasikan ke dalam konsep sosialis demokrasi. Memasuki tahun 1972 Kuba secara resmi bergabung ke dalam Council for Mutual Economic Assistance (CMEA), yang mana hal ini telah merubah kebijakan luar negeri dalam sektor perdagangan Kuba yang tidak hanya dipengaruhi oleh Uni Soviet tetapi juga dipengaruhi sistem ekonomi dari Amerika Utara.



BAB III
PENUTUP
            Revolusi Kuba pada tahun1959  telah menghantarkan negara tersebut menjadi lebih berdaulat dan mandiri dari intervensi ekonomi maupun politik negara-negara imperialis, khususnya Amerika Serikat. Pasca revolusi, Kuba mengakhiri dominasi Amerika Serikat yang sebelumnya dijalankan melalui pemerintahan yang merupakan perpanjangan tangan dari Amerika Serikat. Upaya ini dilakukan melalui distribusi aset-aset ekonomi kepada rakyat, yang mana sebelumnya hanya dimiliki oleh segelintir pemilik modal dan kemudian membuka akses-akses terhadap infrastruktur politik kepada rakyat sehingga kebijakan yang diterapkan betul-betul mewakili aspirasi rakyat mayoritas.
            Dengan keberhasilan Kuba dalam menghadapi bebagai macam embargo dan meningkatan ekonomi, pendidikan, sosial, dan lain-lain dalam negaranya, dapat disimpulkan bahwasanya filsafat sosialis bukanlah filsafat yang buruk, melainkan filsafat yang baik asalkan didasarkan dengan prinsip yang betul tanpa adanya korup dan campur tangan asing. Dengan keberhasilan ini juga banyak negara di Amerika Latin yang merubah filsfatnya dari filsafat liberalis menjadi filsafat sosialis.







REFERENSI
·         http://eprints.uns.ac.id diakses pada 16 Desember pukul 16.00
·         http://www.britannica.com/EBchecked/topic/367344/Marxism/35160/Marxism-in-Cuba diakses pada 16 Desember pukul 16.00
·         http://id.scribd.com/doc/28300797/Sistem-Pemerintahan-Past-Kuba diakses pada 16 Desember pukul 20.00
·         http://devi-anggraini-fisip12.web.unair.ac.id diakses pada 17 Desember pukul 10.00
·         http://serbasejarah.wordpress.com diakses pada 17 Desember pukul 11.00
·         http://www.amazine.co diakses pada 17 Desember pukul 14.00
·         http://sejarahakademika.blogspot.com diakses pada 17 Desember pukul 19.45
·         http://kembangpete.com diakses pada 17 Desember pukul 20.00
·         http://hikmat.web.id diakses pada 17 Desember pukul 20.00
·         http://www.arahjuang.com diakses pada 17 Desember pukul 21.00


Tidak ada komentar:

Posting Komentar