MAKALAH
FILSAFAT POLITIK
FILSAFAT POLITIK SOSIALISME DAN
MARXISME
DI KUBA
Disusun
Untuk Tugas UAS
Semester
Ganjil Tahun 2014/2015
Oleh:
·
Muhammad Abdul
Jabar 35.2014.5.1.0795
Dosen
Pengampu:
Syaharuddin
Idris, S.IP., M.A.
FAKULTAS
HUMANIORA
PROGAM
STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL
UNIVERSITAS
DARUSSALAM
2014
BAB I
PENDAHULUAN
Setiap negara di belahan muka bumi
menerapkan sisitem politik yang berbeda-beda, setiap sistem politik itu kembali
pada dasar atau filsafatnya. Setiap negara memiliki filsafatnya sendiri, yang
mana filsafat itu menunjukkan pandangan atau ideologi bangsanya. Tapi hanya dua
filsafat yang mayoritas digunakan oleh negara-negara di muka bumi ini yaitu,
filsafat liberalis dan filsafat sosialis atau yang terkenal dengan filsafat
marxisme.
Filsafat marxisme muncul setelah
keluarnya filsafat liberalisme. Filsafat marxisme dimaksudkan untuk menentang
filsafat liberalisme karena kegagalannya dalam mensejahterkan semua golongan
masyarakat. Filsafat marxisme dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Filsafat
marxisme ini sendir merupakan dasar dari teori komunisme modern.
Filsafat sosialis ini sendiri banyak
digunakan oleh negara pecahan Uni-Soviet dan Republik Rakyat Cina, namun ada
beberapa negara di benua amerika yang mulai menerapkan sistem filsafat sosialis
tersebut diantaranya adalah Argentina, Brazil, Venezuela, Kuba, dan lain-lain.
Diantara negara-negara itu, kuba adalah negara yang pertama kali menerapkan
sistem filsafat sosialis di benua Amerika. Keberhasilan Kuba dalam menerapkan
sistem filsafat sosialis menyebabkan banyak negara di benua amerika yang
mengubah filsafat negaranya menjadi sosialis. Keberhasilan Kuba dalam
menerapkan sistem filsafat sosialis di negaranya merupakan sebuah pembahasan
yang penting untuk dikaji dalam dunia pendidikan.
Kuba sendiri adalah negara kecil
berbentuk kepulauan yang terletak di benua Amerika tepatnya di Karibia utara,
pada pertemuan Laut Karibia, Teluk Meksiko, dan Samudera Atlantik. Ibukota
negara ini adalah Havana yang sekaligus menjadi kota terbesar di negara ini.
Kuba sendiri merupakan negara kepulauan terinadah dibanding negara lain di
kawasan Karibia. Pulau Kuba sendiri memiliki luas 1110.860 km2 yang menjadikan pulau Kuba menjdi pulau
terbesar ke-17 di dunia.
BAB II
PEMBAHASAN
Negara Kuba memiliki sejarah yang
panjang sebelum keberhasilannya menerapkan filsafat sosialis di negaranya.
Semenjak kemerdekaannya dari penjajah (Spanyol) pada tahun 1898, Kuba dipimpin
oleh sejumlah presiden yang korup. Pada tahun 1933 sekelompok perwira militer,
termasuk sersan tentara Fulgencio Batista y Zaldivar menggulingkan presiden
sebelumnya setelah tidak mendapatkan legitimasi kekuasaan dari rakyat melalui
jalan yang sah. Setelah melakukan kudeta batista menjadi presiden kuba dari
tahun 1934-1959.
Karena pemerintahan Batista yang
diktator dan sewenang-wenang dan ikut campurnya Amrika Serikat dengan sistem
kapitalisnya, muncullah gerakan revolusi pada tanggal 26 juli 1953 yang
dipimpin oleh seorang pengacara yang bernama Fidel Alejandro castro Ruz dengan
membawa sistem sosialis. Namun revolusi pertama ini berhasil digagalkan dan
Fidel Castro divonis penjara 15 tahun. Namun setelah pemilihan umum 1955, Fidel
Castro dibebaskan beserta beberapa tahanan politik lainnya. Pada bulan desember
1956, Fidel Castro melancarkan serangannya yang kedua, namun serangan ini
kembali dapat dipatahkan. Untungnya Castro bersaudara dapat melarikan diri dan
menyiapkan serangan berikutnya. Pada tahun 1958 Fidel Castro berhasil melakukan
revolusi dan menduduki kursi kepemimpinan dengan bantuan rakyat yang dikenal
dengan movimiento 26 de Julio atau
Gerakan 26 Juli.
Dengan berhasilnya revolusi yang
dilakukan oleh Fidel Castro terhadap kepemimpinan Batista maka berubahlah filsafat
negara Kuba dari liberalis dengan campur tangan Amerika menjadi sosialis tanpa
campur tangan Amerika. Fidel Castro menerapkan sistem sosialisme seperti
sosialisme Prancis paruh abaf ke-19, tapi setelah itu Castroisme
mengidentifikasikan sistemnya dengan Marxisme-Leninisme walaupun sejak awal
sisitemnya memiliki beberapa keterkaitan dengan beberapa ide-ide Marx. Marxisme
Castro juga menolak beberapa prinsip dan praktek resmi Marxisme-Leninisme
seperti terang-terangan terhadap dogmatisme, birokrasi, dan sektarianisme. Di
satu sisi, Castroisme adalah "bid'ah" Marxis-Leninis yang meninggikan
etos revolusi gerilya atas politik partai. Pada saat yang sama Castroisme
bertujuan untuk menerapkan Marxisme murni dengan kondisi Kuba. Dengan kata lain
Castroisme berupaya untuk mewujudkan sintesis dari ide-ide Marxis dan ide-ide
BolĂvar.
Fidel Castro menerapkan sistem
filsafat sosialis karena ketidak puasannya terhadap sistem filsafat liberalis
yang hanya memberikan kesejahteraan kepada kaum burjois tanpa memikirkan kaum
bawah. Menurut Fidel Castro filsafat liberalis tidak memiliki keadilan di
segala bidang mulai dari politik, ekonomi, maupun sosial. Menurut Fidel Castro
dengan diterapkannya sistem politik sosialis maka kesejahteraan dapat dirasakan
oleh seluruh kelas masyarakat bukan hanya dari kelas atas.
Kuba menerapkan kebijakan politik
satu partai, yang mana pemerintahan dikendalikan oleh satu pihak yaitu partai
komunis Kuba. Partai komunis ini memiliki 25 anggota yang dipilih oleh ketua. Kuba
juga menciptakan sebuah lembaga untuk menarik partisipasi warga dalam
pemerintahan lokal yaitu “kekuasaan lokal”. Lembaga ini tidak dipegang
sepenuhnya oleh partai komunis, jasi calon yang diusulkan oleh partai bisa saja
kalah oleh calon yang diajukan tiap-tiap daerah Kuba.
Perubahan politik di Kuba memberikan
dampak yang positif dan negatif terhadap
masyarakat. Setelah berubahnya sistem politik di Kuba, masyarakat mendapatkan
kesejahteraan secara menyeluruh karena dipegangnya badan usaha oleh negara. Kuba
menerapkan kebijakan pendidikan dan kesehatan secara Cuma-Cuma. Tidak
mengherankan jika Kuba merupakan negara dengan pendidikan terbaik di Amerika
Latin. Namun demikian perekonomian di Kuba sangatlah memprihatinkan, adanya
embargo oleh amerika dan sekutunya menyebabkan perekonomian di Kuba jatuh. Tapi
Kuba tetap mempertahankan negaranya dengan penghasilan gulanya, produksi gula
Kuba merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Eksistensi Kuba di Amerika Latin
memberi pengertian bahwasannya pengaruh sosialis di negara tersebut masih mampu
membawa negaranya ke dalam sistem perpolitikan internasional. Negara Kuba
mematuhi prinsip-prinsip sosialis dalam mengorganisir sebagian besar yang
dikendalikan negara ekonomi yang direncanakan. Sebagian besar alat-alat produksi
yang dimiliki dan dijalankan oleh pemerintah dan sebagian besar angkatan kerja
yang digunakan oleh negara. Sejak tahun 1970 strategi sosialis Kuba telah
berubah, dimana hal ini diimplememtasikan ke dalam konsep sosialis demokrasi.
Memasuki tahun 1972 Kuba secara resmi bergabung ke dalam Council for Mutual
Economic Assistance (CMEA), yang mana hal ini telah merubah kebijakan luar
negeri dalam sektor perdagangan Kuba yang tidak hanya dipengaruhi oleh Uni
Soviet tetapi juga dipengaruhi sistem ekonomi dari Amerika Utara.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Revolusi Kuba pada tahun1959 telah menghantarkan negara tersebut menjadi
lebih berdaulat dan mandiri dari intervensi ekonomi maupun politik
negara-negara imperialis, khususnya Amerika Serikat. Pasca revolusi, Kuba mengakhiri
dominasi Amerika Serikat yang sebelumnya dijalankan melalui pemerintahan yang
merupakan perpanjangan tangan dari Amerika Serikat. Upaya ini dilakukan melalui
distribusi aset-aset ekonomi kepada rakyat, yang mana sebelumnya hanya dimiliki
oleh segelintir pemilik modal dan kemudian membuka akses-akses terhadap
infrastruktur politik kepada rakyat sehingga kebijakan yang diterapkan
betul-betul mewakili aspirasi rakyat mayoritas.
Dengan keberhasilan Kuba dalam
menghadapi bebagai macam embargo dan meningkatan ekonomi, pendidikan, sosial,
dan lain-lain dalam negaranya, dapat disimpulkan bahwasanya filsafat sosialis
bukanlah filsafat yang buruk, melainkan filsafat yang baik asalkan didasarkan
dengan prinsip yang betul tanpa adanya korup dan campur tangan asing. Dengan
keberhasilan ini juga banyak negara di Amerika Latin yang merubah filsfatnya
dari filsafat liberalis menjadi filsafat sosialis.
REFERENSI
·
http://www.britannica.com/EBchecked/topic/367344/Marxism/35160/Marxism-in-Cuba
diakses pada 16 Desember pukul 16.00
·
http://id.scribd.com/doc/28300797/Sistem-Pemerintahan-Past-Kuba
diakses pada 16 Desember pukul 20.00
·
http://www.nationsencyclopedia.com/economies/Americas/Cuba-POLITICS-GOVERNMENT-AND-TAXATION.html
diakses pada 16 desember pukul 20.00

Tidak ada komentar:
Posting Komentar