Filsafat
Politik Libertarianisme
Oleh:
Kelompok 4
Abdul jabar
Ikhalid
Adi
Marzuqi
Nasrullah
Ulul
Najwan
University
of Darussalam
Faculty
Of Humaniora
International
Relations
Study of Filsafat
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
A. Pendahuluan
Dewasa ini, banyak bermunculan filsafat politik baru yang mana
berusaha menciptakan kehidupan manusia yang lebih sejahtera dibanding dengan
sistem-sistem politik sebelumnya. Filsafat politik kontemporer tersebut
mencakup: Politik Utilitarianisme, Politik Persamaan Liberal, Politik
Libertarianisme, Politik Marxisme, Politik Komunitarianisme, Politik Feminisme.
Setiap dari filsafat politik
tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka setiap dari filsafat politik
tersebut berusaha mencari pengaruh dengan kelebihan dari sistem politiknya.
Namun tidak semua dasar dari filsfat politik kontemporer ini memiliki dasar yang pasti, tetapi memiliki
dasar yang kabur.
Maka,
pada kesempatan kali ini kami dari kelompok 4 akan membahas salah satu dari banyak filsafat politik kontemporer tersebut.
Kami dari kelompok 4 akan membahas tentang politik libertarianisme yang
mencakup politik libertarianisme sebagai keuntungan timbal balik dan politik
libertarianisme sebagai kebebasan.
B. Pembahasan
1. Pengertian
Politik Libertarianisme
Libertarianisme berasal dari bahasa
latin yaitu liber yang berarti bebas. Libertarianisme sendiri adalah
klasifikasi filosofi politik yang menjunjung tinggi kebebasan sebagai fokus
utama mereka dan sebagai tujuan. Mereka berusaha untuk memaksimalkan otonomi
dan kebebasan memilih, menekankan kebebasan politik, asosiasi sukarela dan
keutamaan penilaian individu.
Perlu diperhatikan, libertarianisme
tidak sama dengan liberal. Libertarianisme lebih menekankan kepada hak
pemilikan-diri, yang mana menentang semua yang membatasi dan ikut campur atas
hak pemilikan-diri. Sedangkan paham liberal adalah paham yang menekankan kepada
kebebasan kelompok, yang mana suatu kelompok memiliki kebebasan dalam menjalankan
hak kelompok itu tanpa ada batasan dan cmpur tangan pemerintah. Tapi dalam
liberal, hak individu tidak lebih tinggi dibandingkan dengan tujuan kelompok.
Dari penjelasan tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa libertarianisme meneknkan kepada hak individu,
sedangkan liberal lebih menekankan pada kesejahteraan kelompok. Jadi, dalam
libertarianisme seorang yang miskin lebih bahagia dari seorang buruh, karena
kehidupan orang miskin tersebut atau hak pemilikan-dirinya tidak dibatasi oleh
sesuatu. Sedangkan, dalam paham liberal seorang buruh dikatakan lebih bahagia,
karena buruh tersebut mendapatkan hasil dari tersampaikannya tujuan bersama dalam suatu kelompok walaupun hak
pemilikan-dirinya dibatasi.
2. Teori Hak
Pemilikan Legal Robert Nozick
Kaum libertarian adalah kaum yang
menghubungkan keadilan dengan pasar. Kaum libertarian menghubungkan keadilan
dengan pasar dengan menggunakan teori hak pemilikan legal Nozick. Klaim pokok
dalam teori Nozick, seperti yang juga terdapat dalam kebanyakan teori libertarian
yang lain, adalah sebagai berikut: jika kita menganggap bahwa semua orang
memiliki hak legal atas barang-barang yang sekarang dimilikinya, maka
distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari
pertukaran bebas di antara orang-orang.
Jadi, semua distribusi yang timbul
oleh pemindahan secara bebas dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya
adalah adil. Jika pemerintah memajaki pertukaran ini dengan melawan kemauan
semua orang, itu tidak adil, bahkan seandainya pajak dipergunakan untuk
memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena
rintangan alamiah yang tidak semestinya. Satu-satunya perpajakan yang sah
adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang
institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas.
Secara lebih tepat ada tiga prinsip
utama dalam teori hak-pemilikan legal yang digariskan Robert Nozick.
1.
Prinsip transfer
2.
Prinsip perolehan awal yang adil
3.
Prinsip pembetulan ketidakadilan
Kesimpulan
dari teori pemilikan hak legal Nozick adalah bahwa negara minimal yang dibatasi
pada fungsi-fungsi yang lebih sempit atas perlindungan terhadap pemaksaan,
pencurian, penipuan, dan pelaksanaan kontrak, dan sebagainya, dibenarkan;
negara yang lebih luas lagi akan melanggar hak-hak orang yang seharusnya tidak
dipaksa melakukan sesuatu, dan tidak dibenarkan (Nozick 1974:ix).
Sebagian kaum libertarian
berpendapat bahwa teori hak pemilikan legal Nozick paling baik dipertahankan
dengan seruan kepada kebebasan ketimbang kepada persamaan, sementara yang lain
mencoba membelanya dengan seruan kepada keuntungan timbal balik.
3. Argumen
Pemilikan Diri
Nozrick menyerukan kepda prinsip
pemilikan-diri, yang disajikannya sebagai interpretasi atas prinsip
memperlakukan orang sebagai ‘tujuan dalam dirinya sendiri’. Jantung teori
Nozick, yang dinyatakan dalam kalimat pertama bukunya, adalah bahwa individu
mempunyai hak, dan ada hal-hal yang tidak seorang individu atau kelompok dapat
mencampuri (tanpa melanggar hak-haknya)’(1974:ix).
Kita dapat merangkum argumen Nozick
dalam dua klaim:
1.
Redistribusi Rawsian tidak sesuai dengan mengakui orang sebagai
pemilik dirinya sendiri.
2.
Mengakui orang sebagai pemilik dirinya sendiri adalah penting untuk
memperlakukan orang secara sama.
Konsepsi Nozick
tentang persamaan dimulai dengan hak atas diri sendiri, namun ia percaya bahwa
hak-hak ini memngandung implikasi untuk hak-hak kita atas sumber daya
eksternal, implikasi yang bertentangan dengan redistribusi liberal.
4.
Pemillikan-diri dan pemilikan properti
Nozick mengklaim bahwa pertukaran
pasar melibatkan pelaksanaan kekuasaan individu-individu, dan karena
individu-individu memiliki kekuasaannya sendiri, mereka juga memiliki apapun
yang dihasilkan dari pelaksanaan kekuasaan itu dalam pertukaran pasar. Jadi,
menurut Nozick bahwasanya pemilikan individu menghasilkan pemilikan properti.
Namun itu terlalu cepat, pertukaran
pasar mekibatkan lebih dari sekedar pelaksanaan kekuasaan yang dimiliki
sendiri. Pertukaran pasar juga melibatkan hak-hak legal atas suatu benda, atas
barang-barang eksternal, dan hal-hal ini tidak hanya diciptakan tanpa
melibatkan apapun diluar kekuasaan-kekuasaan yang kita miliki sendiri.
Nozick sendiri mengakuinya, dalam
teorinya, hak legal saya atas barang-barang eksternal seperti tanah muncul dari
kenyataan bahwa orang lain telah mentransfer hak legal itu kepada saya sesuai
dengan prinsip transfer. Namun premulaan dari transfer bukanlah ketika tanah
diciptakan, namun lebih ketika tanah pertama kali diambil oleh seorang individu
sebagai harta privatnya.
5. Awal
perolehan
Tanggapan nozick terhadap masalah
ini adalah yang terbaik. Penggunaan paksaan menyebabkan perolehan tidak sah,
jadi hak pemilikan legal sekarang ini tidak sah (1074: 230-1). Maka mereka yang
pada saat ini menguasai sumberdaya yang langka tidak berhak mencabut akses
orang lain pada sumberdaya alam yang langka itu, kita tidak tahu dari siapas
sumberdaya itu telah diambil secara tidak sah.
Penjelasan tersebut menunjukan
kepemilikan yang tidak sah secara moral. Untuk menunjukan kepemilikan yang sah
secara moral, John Locke memiliki jawaban, adalah bahwa secara legal berhak
mengambil sebagian alam eksternal jika kita mewariskan ‘jumlah yang diperlukan
dan seecara layak’ bagi yang lain.
Adapun pendapat Nozick tentang
perolehan awal yang fair dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.
Orang memiliki dirinya sendiri
2.
Alam semesta tidak ada yang memiliki
3.
Anda dapat memperoleh hak-hak absolut atas bagian dari alam yang
tidak sebanding,jika anda tidak memperburuk kondisi orang lain,
4.
Justru relatif mudah memperoleh hak-hak absolut atas bagian dari
alam yang tidak sebanding. Karena itu:
5.
Jika orang telah mengambil properti privat, pasar bebas dalam modal
dan tenaga kerja secara moral dibutuhkan.
Pada
interpretasi Nozick yang ketiga, penilaiannya tentang apa yang dimaksud
memperburuk keadaan memiliki dua ciri yang relevan: a. Mendefinisikan kerugian
dalam kaitannya denga kesejahteraan material; b. Mendefinisikan penggunaan
milik bersama sebelum pengambilan sebagian ukuran perbandingan.
Kesejahteraan material. Alasan
mengapa Nozick menekankan pemilikan-diri, sebagaimana yang sudah kita lihat,
adalah bahwa kita adalah individu-individu yang terpisah, masing-masing dengan
kehidupan sendiri.
Membatasi pilihan secara
sembarang. Ketentuan Nozick mengatakan bahwa tindakan pengambilan tidak
boleh membuat orang lain lebih buruk sebagaimana sebelumnya ketika tanah masih
dipergunakan untuk kepentingan umum.
Awal kepemilikan atas alam. Ada
masalah lain berkenaan dengan ketentuan Nozick yang menghalangi langkah dari
pemilikan diri ke kapitalisme tanpa batas. Jika alam dimiliki bersama-sama akan
menegasikan implikasi pemilikan-diri yang tidak egalitarian. Kita tidak menolak
pemilikan-diri, tapi kita menolak karena kita pemilik bersama atas alam
eksternal.
6.
Pemilikan-diri dan persamaan
Prinsip pemilikan-diri dengan
dendirinya tidak menyebabkan timbulnya pembelaaan moral atas kapitalisme,
karena seorang pemilik modal memerlukan tidak hanya pemilikan atas dirinya
sendiri, tetapi juga pemilikan atas sumberdaya.
Kita dapat menduga bahwa ia akan
lebih menyukai regim yang membiarkan hak-hak properti yang sejauh mungkin tak
terbatas. Tiga argumen yang mungkin diberikan adalah argumen yang dikembangkan
dari aspek-aspek tentang, gagasan pemilikan-diri, karena gagasan tersebut
dengan sendirinya tidak mencukupi untuk mengidentifikasi distribusi yang adil. Argumen
pertama menyangkut persetujuan, yang kedua menyangkut gagasan tentang penentuan
nasib sendiri, yang ketiga menyangkut martabat.
Pertama, Nozick mungkin mengatakan
bahwa pilihan tentang regim ekonomi hendaknya diputuskan, jika mungkin, melalui
persetujuan orang melalui dirinya sendiri.
Kedua, Nozick mungkin mengklaim
bahwa asumsi-asumsi yang membawa pada hasil-hasil liberal, meskipun secara formal
sesuai dengan pemilikan diri, dalam kenyataannya merusak nilai pemilikan diri.
7.
Libertarianisme sebagai keuntungan timbal-balik
Libertarianisme tidak layak
dipandang sebagai teori untuk memperlakukan orang secara sama. Lalu, teori ini
memiliki dua kemungkinan utama: dalam bagian ini, libertarianisme sebagai
terori tentang keuntungan mutual; dan libertarianisme sebagai teori tentang
kemerdekaan.
Teori-teori libertarianisme
keuntungan mutual seringkali disajikan dalam pengertian kontraktarian. Ini bisa
membingungkan, karena teori-teori egalitarian liberal juga disajikan dalam
pengertian kontraktarian, dan penggunaan bersama atas perlengkapan kontrak
dapat mengkaburkan perbedaan-pebedaanya yang fundamental.
Karena orang tidak memiliki status
moral yang melekat apakah orang memiliki hak kontrak yang tak terkekang atas
bakat-bakat dan pemilikannya tergantung pada apakah orang memiliki kekuasaan
mempertahankan bakat-bakat danpemilikannya terhadap pakasaan orang lain. Kaum
libertarian keuntungan mutual mengklaim semua orang sungguh-sungguh memiliki
kekuasaan ini.
Tetapi ini tidak realistik. Banyak
orang tidak memiliki kekuasaan untuk mempertahankan dirinya sendiri, sehingga
tidak dapat mengklaim hak pemilikan-diri dengan dasar keuntungan mutual. Keuntungan
mutual, karena itu, menempatkan pemilikan-diri individu dibawah kekuasaan pihak
lain.
Sebagian orang akan memiliki
kemampuan untuk memaksa yang lain, melanggar pemilikan-diri mereka, dan
sebagian orang akan memiliki kemampuan untuk mengambil properti orang lain,
melanggar pemilikan properti mereka. Keuntungan mutual , karena itu hanya
memberikan pembelaan yang sangat terbatas pada hak-hak atas properti, dan
pembelaan tak penting yang benar-benar diberikannya bukanlah suatu pembelaan
moral yang jelas.
8.
Libertarianisme sebagai kebebasan
Sebagian orang berpendapat bahwa
libertarianisme bukanlah teori persamaan atau keuntungan mutual. Namun, seperti
terlihat dalam namanya, ini adalah teori tentang kebebasan. Menurut pandangan
ini, persamaan dan kebebasan menandingi kesetiaan moral kita, dan apa yang
menentukan libertarianisme justru pengakuannya akan kebebasan sebagai landasan
premis moral, dan penolakannya mengkompromikan kebebasan dengan persamaan.
Kaum libertarian yang lain
mengatakan bahwa libertarianisme didasarkan pada prinsip kebebasan. Yang
dimaksud dengan kebebasan adalah sebagai berikut:
1.
Pasar yang tanpa batas melibatkan kemerdakaan yang lebih besar.
2.
Kemerdekaan adalah nilai fundamental.
3.
Karena itu, pasar bebas secara moral dibutuhkan.
a.
Nilai kebebasan
I. Kebebasan
teolologis
prinsip pertama kebebasan mengatakan bahwa
kita hendaknya mengarahkan pada usaha memaksimalkan jumlah kemerdekaan dalam
masyarakat. Ini merupakan cara kaum utilitarian teleologis berargumen untuk
memaksimalkan utiliti.
Dalam hal prinsip kebebasan
teologis, tujuannya adalah bukanlah untuk menghormati orang, pada siapa
kebebasan terttentu diperlakukan atau diinginkan, melainkan untuk menghormati
kebebasan, dengan apa orang-orang tertentu mungkin menjadi kontributor yang
bermanfaat. Namun, libertarianisme pertama-tama adalah menghormati orang, dan
baru menghormati kebebasan sebagai salah satu komponen untuk menghormati orang.
Jadi, kaum libertarianisme tidak
mendukung pemaksimalan kemerdekaan dalam masyarakat.
II. Kebebasan
netral
Prinsip kebebasan mengatakan bahwa
tiap-tiap orang memiliki hak kegal pda kebebasan yang paling luas sesuai dengan
kebebasan serupa bagi semua orang. Pekerjaan ini bekerja dalam kerangka umum
teori egalitarian dengan nama ‘persamaan kebebasan terbesar.
Kaum libertarian seringkali
mempertahankan kebebasan yang diinginkannya hanya dengan mengabaikan hilangnya
kemerdekaan netral yang terdapat dalam kebijaksanaan libertarian, atau dengan
memohon lriteria ad hoc untuk mendukung satu kumpullan kebebasab
daripada kumpulan kebebasan yang lain.
III. Kebebasan
bertujuan
Kebebasan yang paling kita hargai
tampaknya tidak melibatkan kemerdekaan netral yang terbesar. Tindakan yang
jelas diambil, bagi pendukung prinsip persamaan kebebasan yang terbesar, adalah
dengan mengadopsi definisi kebebasan ‘bertujuan’.
Definisi kemerdekan bertujuan
mensyaratkan sejumlah standar untuk menilai pentingnya kebebasan, dalam rangka
mengukur jumlah kemerdekaan yang dicakupnya. Ada dua standar dasar-standar
‘subyektif’ mengatakan nilai kebebasan khusus tergantung pada seberapa banyak
seorang individu menginginkannya; yang kedua standar ‘obyektif’ mengatakan bawa
kebebasan tertentu penting terlepas dari apakah seseorang menginginkannya atau
tidak.
9. Kemerdekaan
dan kapitalisme
Banyak kaum libertarian
mempertahankan hak-hak properti berdasarkan prinsip kebebasan. Tiga kemungkinan
definisi kebebasan tersebut adalah: definisi Lockean tidak akan berhasil karena
ini berpra-anggapan pada teori tentang hak. Definisi netral tidak akan
berhasil, karena pengukuran kuantitatif atas kemerdekaan netral membawa pada
hasil-hasil yang tidak masuk akal dan tidak menentukan. Definisi bertujuan
hanya mengaburkan dasar sebenarnya tentang penilaian kita terhadap nilai
kebebasan.
Kaum libertarian seringkali
menyamakan kapitalisme dengan ketiadaan pembatasan pada kemerdekaan. Untuk
mempertahankan bahwa pasar bebas meningkatkan kemerdekaan, didefinisikan secara
moral, kaum libertarian harus membuktikan bahwa orang memiliki hak atas
properti. Jika orang memiliki hak itu, maka menghormati pasar bebas akan
meningkatkan kemerdekaan, dan mencegah yang lain dari menggunakan properti
seseorang tidak akan dianggap sebagai merugikan kemerdekaannya.
C. Kesimpulan
Libertarianisme adalah suatu filsafat politik yang menekankan
kepada kebebasan individu atau hak pemilikan-diri diatas tingkat kebebasan.
Kaum libertarian lebih menganggap seorang yang miskin lebih bahagia karena
tidak tertekan dibanding seoran buruh yang tercukupi tetapi hak pemilikan
dirinya dibatasi.
Libertarianisme tidak sesuai dengan
prinsip keuntungan mutual, kerena libertarianisme tidak menetapkan keuntungan
yang mutual, tapi menetapkan terjaminnya hak pemilikan-diri.
Libertarianisme tidak sesuai dengan
stupun dari ketiga definisi kebebasan yang mana ditetapkn oleh ahli kebebasan
yang mendukung pandangan bahwa libertarianisme meningkatkan kemerdekaan.
Referensi:
Kymlicka will (2011). Pengantar Filsafat Politik Kontemporer.
Pustaka pelajar, Celeban Timur, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar